MindAIGold.id — Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil di sekitar US$4.180 per troy ounce setelah mencatat kenaikan sekitar 1,6% pada sesi perdagangan sebelumnya. Investor kini kembali mencermati arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) serta sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menjadi katalis berikutnya bagi pasar emas.
Pergerakan harga emas saat ini berada di tengah tarik-menarik sejumlah faktor. Di satu sisi, penurunan harga minyak mulai meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Namun di sisi lain, kenaikan yield Treasury AS dan kekuatan dolar masih memberikan tekanan terhadap logam mulia.
Harga Minyak Mulai Mereda, Risiko Inflasi Berkurang
Penurunan harga minyak menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan pasar. Pemulihan pasokan energi dari Timur Tengah setelah Arab Saudi meningkatkan aliran melalui jalur pipa utama membantu mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi tekanan inflasi yang berasal dari sektor energi. Meski demikian, harga minyak Brent masih mencatat kenaikan sekitar 70% sepanjang tahun di tengah konflik geopolitik yang telah memasuki bulan kedelapan.
Pergerakan minyak tetap menjadi perhatian karena perubahan harga energi dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan pada akhirnya memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed.
Yield Treasury AS Masih Menekan Harga Emas
Di sisi lain, kenaikan yield Treasury AS menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan harga emas.
Yield Treasury tenor panjang telah mencapai level tertinggi sejak 2002. Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Kenaikan yield juga menjadi perhatian bagi trader XAU/USD, terutama karena pergerakan obligasi AS memiliki hubungan erat dengan ekspektasi suku bunga dan kekuatan dolar AS.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed Mulai Berubah
Pasar juga mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.
Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, menyampaikan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tambahan pada akhir tahun masih mungkin diperlukan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa risiko pengetatan kebijakan The Fed masih terbuka.
Namun, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober mulai turun menjadi sekitar 50%, dibandingkan sebelumnya sekitar 70%.
Perubahan ekspektasi tersebut memberikan sedikit ruang bagi harga emas untuk mempertahankan rebound. Meski demikian, tingginya yield Treasury dan dolar AS masih menjadi hambatan bagi penguatan XAU/USD.
PCE dan NFP AS Jadi Katalis Berikutnya
Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada data Personal Consumption Expenditures (PCE) dan Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat.
PCE menjadi salah satu indikator inflasi penting yang diperhatikan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga. Sementara itu, NFP akan memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS.
Jika inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja menunjukkan ketahanan, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dapat kembali meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap harga emas.
Sebaliknya, tanda-tanda perlambatan inflasi maupun pasar tenaga kerja dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan memberikan ruang bagi XAU/USD untuk kembali menguat.
Outlook XAU/USD
Dalam jangka pendek, pergerakan XAU/USD masih akan sangat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga The Fed, yield Treasury AS, dolar AS, serta data ekonomi Amerika Serikat.
Setelah rebound 1,6%, kemampuan harga emas untuk mempertahankan penguatan akan menjadi perhatian utama trader. Data PCE dan NFP berpotensi menjadi katalis penting yang menentukan apakah rebound emas berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual.
Komentar · 0