MindAIGold.id — Harga emas kembali bergerak melemah pada perdagangan Senin (28/09). Harga emas spot atau XAU/USD berada di sekitar US$4.253 per troy ounce, mendekati level terendah dalam tujuh pekan terakhir.

Penurunan harga emas terjadi ketika investor kembali mencermati risiko inflasi Amerika Serikat di tengah tingginya harga minyak dan ketidakpastian terkait hubungan AS dengan Iran. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Ketidakpastian Selat Hormuz Jadi Perhatian

Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah perkembangan terkait Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi global.

Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait pembukaan kembali jalur perdagangan tersebut. Trump menyebut posisi Iran masih terlalu jauh, meskipun tetap membuka kemungkinan pembicaraan antara kedua negara kembali berlangsung pada pekan ini.

Di sisi lain, Iran masih mempertahankan sejumlah persyaratan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ketidakpastian ini membuat risiko gangguan terhadap pasokan energi tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Jika gangguan pasokan berlangsung lebih lama, harga minyak berpotensi bertahan pada level tinggi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan inflasi, terutama jika kenaikan harga energi mulai memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian AS.

Harga Minyak Tinggi Bisa Menambah Tekanan Inflasi

Bagi pasar emas, perkembangan harga minyak menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.

Kenaikan harga energi dapat meningkatkan risiko inflasi dan membuat pasar memperkirakan bahwa The Fed perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Ekspektasi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap aset non-yielding seperti emas.

Selain itu, pasar juga mencermati pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang masih melihat perekonomian dan pasar tenaga kerja AS relatif kuat. Sementara itu, inflasi yang belum sepenuhnya terkendali membuat ruang bagi kebijakan suku bunga tinggi tetap terbuka.

Investor Menanti Data Inflasi dan Tenaga Kerja AS

Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada sejumlah data inflasi yang menjadi perhatian The Fed serta laporan tenaga kerja AS yang akan dirilis pekan ini.

Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi investor dalam memperkirakan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Apabila tekanan inflasi masih tinggi dan pasar tenaga kerja menunjukkan ketahanan, ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi atau bertahan pada level tinggi dapat kembali menguat.

Sebaliknya, jika data menunjukkan perlambatan inflasi dan pelemahan kondisi tenaga kerja, ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed dapat berubah.

Bagaimana Prospek XAU/USD?

Dengan harga emas yang kini berada di sekitar US$4.253 per troy ounce, pasar akan mencermati bagaimana XAU/USD merespons perkembangan inflasi, harga minyak, data ekonomi AS, serta komunikasi terbaru dari The Fed.

Dalam jangka pendek, kombinasi inflasi AS, harga minyak, ekspektasi suku bunga, dan perkembangan geopolitik AS-Iran menjadi sejumlah katalis utama yang berpotensi memengaruhi pergerakan emas.

MindAIGold.id akan terus memantau perkembangan pasar global dan memberikan update terkait pergerakan XAU/USD serta faktor fundamental yang memengaruhinya.