POSTINGAN · Sep 21, 2026
Harga Emas Hari Ini Stabil di US$4.373, Pasar Menanti Sinyal The Fed
Harga emas hari ini stabil di US$4.373,95 per troy ounce. Pasar menanti sinyal The Fed, inflasi AS, harga minyak, dan perkembangan geopolitik.
Harga Emas Hari Ini Stabil di US$4.373, Pasar Menanti Sinyal The Fed
Harga emas hari ini bergerak stabil di awal perdagangan Senin (21/9), setelah investor mencermati prospek kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) serta perkembangan inflasi Amerika Serikat (AS). Pasar kini menunggu pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
Harga emas spot berada di sekitar US$4.373,95 per troy ounce pada Senin pagi waktu Singapura. Pergerakan tersebut terjadi setelah emas mencatat kenaikan moderat sepanjang pekan sebelumnya, sementara investor mulai mengalihkan perhatian pada prospek suku bunga AS.
Pasar Menanti Pernyataan Pejabat The Fed
Perhatian pelaku pasar tertuju pada sejumlah pejabat The Fed yang dijadwalkan memberikan pernyataan sepanjang pekan ini. Sebelumnya, The Fed secara bulat memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan 15–16 September.
Kebijakan tersebut dilakukan di tengah inflasi AS yang masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%. Karena itu, setiap komentar dari pejabat The Fed berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga selanjutnya.
Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, sebelumnya menyampaikan bahwa inflasi AS masih terlalu tinggi. Menurutnya, tekanan harga tidak hanya berasal dari kenaikan harga minyak, tetapi juga mulai menyebar ke berbagai sektor ekonomi.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian investor karena dapat menjadi petunjuk mengenai seberapa lama suku bunga AS akan dipertahankan pada level tinggi.
Suku Bunga Tinggi Jadi Beban untuk Harga Emas
Investor juga akan mencermati pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee pada Senin dan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams pada Selasa.
Jika para pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa suku bunga perlu dipertahankan tinggi dalam waktu lebih lama, harga emas berpotensi menghadapi tekanan. Pasalnya, emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga daya tariknya dapat berkurang ketika aset berbunga menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi.
Sebaliknya, apabila komentar The Fed menunjukkan ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter, emas dapat memperoleh dukungan dari perubahan ekspektasi pasar terhadap suku bunga dan dolar AS.
Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Perhatian
Selain kebijakan The Fed, investor masih memantau perkembangan harga minyak dan situasi geopolitik di Timur Tengah.
Kenaikan harga energi dapat meningkatkan tekanan inflasi di AS. Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik juga dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Oleh karena itu, pergerakan minyak dan perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor sepanjang pekan.
Perak dan Logam Mulia Lain Ikut Menguat
Tidak hanya emas, sejumlah logam mulia lainnya juga bergerak positif pada awal pekan.
Harga perak tercatat naik sekitar 0,2% menjadi US$66,38 per ounce, sementara platinum dan palladium juga mengalami penguatan.
Dengan kombinasi faktor suku bunga, inflasi, dolar AS, harga minyak, dan risiko geopolitik,pergerakan harga emas pekan ini berpotensi tetap sensitif terhadap setiap pernyataan pejabat The Fed.
Investor akan mencermati apakah sinyal kebijakan The Fed berikutnya cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau membuka ruang perubahan kebijakan ke depan.
Komentar · 0